5 Game Kontroversial Yang Mengandung Rasisme

5 Game Kontroversial Yang Mengandung Rasisme

54

RakitAplikasi.com - Game dibuat untuk mengisi waktu luang sekaligus hiburan kepada para pemainnya. Namun beberapa produsen game menyisipkan unsur kontroversial ke dalam game yang mereka buat, termasuk unsur rasisme.

Berikut ini lima game yang terbukti memuat unsur rasisme yang pernah ada.

Bioshock Infinite

Dirilis pada 2013 untuk platform Microsoft Windows, Mac, PlayStation 3, dan Xbox 360. Seri Bioshock yang satu ini sebenarnya diapresiasi karena menerima beberapa penghargaan bergengsi, khususnya dari segi plot cerita dan grafis.

Meski begitu, banyak orang yang memainkan game ini menilai adanya unsur rasisme yang begitu kental di dalamnya. Mereka berasumsi, game tembak-tembakan ini sangat merendahkan orang-orang berkulit hitam. Di sisi lain, orang berkulit putih dianggap paling superior.

Ethnic Cleansing

Ethnic Cleansing. [Gamingbolt]

Dari judul gamenya saja sudah terpampang jelas. Game bertema pembunuhan ini dirilis pada 2002 oleh Resistance Records.

Meskipun sekilas game bergenre FPS (First Person Shooter) ini terlihat normal, namun game ini mempertontonkan perilaku rasisme yang kental.

Pasalnya, pemain bakal mengemban tugas sebagai seorang tentara Nazi yang bertugas membunuh orang-orang berkulit hitam dan orang-orang Yahudi.

Tak hanya itu, alur cerita dan adegan yang ditampilkan sangat memojokkan etnis dan ras tertentu. Maka tidak mengherankan jika pengembang game ini menuai banyak kecaman dari para aktivis kemanusiaan.

Muslim Massacre

Pada 2008 lalu, sempat muncul sebuah game online berjudul Muslim Massacre. Salah satu negara yang pertama kali mengakses game terlarang ini adalah Inggris.

Kontan, Negeri Ratu Elizabeth ini langsung memutuskan untuk memblokir game ini setelah mendapat kecaman dari banyak pihak, khususnya dari aktivis keagamaan.

Pasalnya, Muslim Massacre mengisahkan perjuangan pasukan tentara Amerika Serikat dalam membasmi teroris di kawasan Timur Tengah.

Parahnya, pemain ditempatkan sebagai anggota pasukan tentara AS yang diberi tugas untuk menembaki orang-orang Arab sebanyak mungkin. Bahkan, pelecehan juga terlihat dalam game ini karena beberapa obyek yang harus dibunuh adalah sosok dengan pakaian muslim, yaitu orang-orang Arab dengan sorban di kepalanya.

Watch Dogs

Entah apa yang ada di benak Ubisoft ketika merilis game Watch Dogs pada 2014. Sebagai salah satu pengembang dan penerbit game terbesar di dunia, mereka sebenarnya tidak perlu membuat game yang memuat unsur rasisme.

Di satu sisi, game ini memiliki rekor penjualan yang sangat baik. Tapi di saat bersamaan, game ini menuai kritikan karena menyinggung isu rasisme yang cukup kuat.

Game PC terbaik ini dianggap melakukan indoktrinasi kepada para pemainnya dengan menggambarkan penampilan karakter orang berkulit putih sebagai jagoan, sementara orang berkulit hitam sebagai karakter penjahat.

Selain itu, Watch Dogs juga diduga menyudutkan bangsa dan agama tertentu karena membuat karakter teroris bernama Iraq yang digambarkan sangat bengis dan kejam.

Tak cukup sampai disitu, game ini juga hanya dikonsumsi oleh orang 17 tahun ke atas karena memuat konten pornografi dan teori konspirasi.

Keywords: game rasisme, game kontroversial

Share: