Fintech Likuid Target Biayai 50 Bisnis Kreatif Film hingga E-Sport

Fintech Likuid Target Biayai 50 Bisnis Kreatif Film hingga E-Sport

127

RakitAplikasi.com - Ekonomi kreatif merupakan salah satu industri yang tengah berkembang di Tanah Air. Perusahaan teknologi finansial (fintech) urun dana (equity crowdfunding) PT Likuid Dana Bersama melihat perkembangan itu sebagai peluang.

Mereka berfokus menyediakan pendanaan untuk bisnis ekonomi kreatif seperti film, kuliner, hiburan, kecantikan, kesehatan hingga e-sport. Skema pembiayaannya lewat urun dana, sehingga masyarakat bisa berinvestasi mulai dari Rp 100 ribu.

“Kami ingin membuka alternatif akses permodalan ini bersama investor pemula alias masyarakat umum kata CEO dan Founder Likuid Kenneth Tali saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/2). Investor sudah bisa mulai berinvestasi pada 17 Februari nanti.

Alasan Likuid menyasar segmen ekonomi kreatif, karena industri ini menghadapi tiga persoalan yaitu pendanaan, pemasaran, dan menggaet pengguna (engagement). Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada 2017, sekitar 92,37% pelaku industri di Indonesia mengandalkan modal pribadi.

Para pelaku ekonomi kreatif masih kesulitan mendapatkan permodalan dari perbankan. Alternatifnya masih didominasi investor high net-worth yang memiliki aset lebih dari US$ 1 juta atau Rp 13,7 miliar.

Karena itu, Likuid ingin menjadi alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dengan mengumpulkan dana masyarakat. Selain itu, startup ini juga menggaet investor individu alias angel investor.

Pengumpulan pendanaan untuk satu proyek dilakukan selama dua bulan. Namun, Kenneth berharap target pembiayaan rerata terkumpul dalam sepekan.

Likuid akan menyerahkan dana tersebut ke pelaku usaha (fundraiser) 14 hari setelah terkumpul. Investor akan mendapat imbal hasil 12-20% per proyek.

Saat ini, ada empat proyek bersiap untuk didanai mulai 17 Februari nanti. Di antaranya film Dealova 2 oleh PT Capo dei Capi (Capo dei Capi), marketplace media iklan dan promosi PT ADX Asia Indonesia (ADX Asia), PT Berjaya Sally Ceria (Sour Sally Group), serta penyedia saja konsultasi dan promotor acara PT Stellar Indonesia (Stellar Indonesia).

Likuid masih akan berfokus menggalang pendanaan untuk pelaku ekonomi kreatif di pulau Jawa terlebih dulu. "Karena biayanya cukup besar untuk menyasar ke luar Jawa. Kami ingin membangun kesadaran publik dulu,” katanya.

Keywords: esports, esports fintech, esports indonesia

Share: